Loading...

Jumat, 28 Maret 2014

Paradigma

Paradigma, cara pandang, cara melihat sesuatu itu lah yang diartikan sebagai paradigma. Jika gelas berisi setengahnya maka bisa dikatakan bahwa gelas ini setengah kosong atau bisa juga dikatakan setengah penuh. Harga saham turun maka ada yang mengartikan ini adalah musibah tapi ada juga yang melihatnya sebagai kesempatan untuk membeli. Ketika seseorang menyakiti hati maka ini adalah masalah yang tidak menyenangkan atau bisa juga diartikan sebagai kesempatan untuk melatih pengendalian diri dan emosi. Semua tergantung cara kita memandangnya.

Ada yang mengatakan bahwa masalah sebenarnya tidak berarti apa-apa tapi cara kita memandang masalah dan respon kita terhadap masalahlah yang menjadi masalahnya. Dari sini terlihat bahwa paradigma mempunyai peranan yang sangat penting. Prilaku seseorang tergantung pada paradigmanya terhadap sesuatu. Bahkan Stephen R. Covey mengatakan pada bukunya Principle Centre Leadership "jika ingin melakukan perubahan kecil rubahlah pada perilaku tapi jika ingin melakukan perubahan besar rubahlahlah pada paradigma". Karena jika paradigma berubah maka perilakupun berubah mengikutinya.

Senin, 24 Maret 2014

Lagi, Ribuan Buruh PT. Pindo Deli Kepung Pabrik

Kembali sekitar lima ribu buruh PT. Pindo Deli melakukan aksi di Disnaker Karawang dan dilanjutkan ke pabrik Pindo Deli 2. Aksi ini digerakkan oleh Serikat  Pekerja Kertas Pindo Deli (SPKPD) bersama afiliasinya Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) serta diikuti pula oleh massa dari Federasi Serbuk.

Aksi ini merupakan kelanjutan
dari aksi-aksi sebelumnya menyusul mogok kerja yang dilakukan pada 27 Februari lalu akibat gagalnya perundingan upah.

Khamid Istakhori, Koordinator Advokasi FSP2KI menyampaikan bahwa besok, 25 Maret akan dilakukan perundingan dengan manajemen yang difasilitasi oleh Bupati Karawang dan apa bila tetap deadlock maka buruh akan kembali melanjutkan aksi dan mogok kerja di Pindo Deli.

Aksi dan mogok kerja buruh Pindo Deli ini mendapat dukungan dari 11 federasi di Indonesia serta organisasi buruh terbesar di dunia IndustriALL Global Union.

Pindo Deli adalah salah satu produsen kertas terbesar didunia yang berada di bawah Asia Pulp and Paper, Sinarmas Group.

Selasa, 18 Maret 2014

IndustriALL Indonesia dan 11 Federasi Serikat Pekerja/Buruh Protes Keras PT. Pindo Deli

National Unity Meeting IndustriALL Indonesia Council
11 Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang tergabung dalam IndustriALL Indonesia Council bersama-sama menandatangani surat protes keras kepada Direktur Utama Asia Pulp And Paper, Teguh Ganda Wijaya atas pelanggaran kebebasan berserikat di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Karawang Mills. Hal ini disepakati pada National Unity Meeting IndustriALL Indonesia Council yang diadakan di Jakarta pada 10-11 Maret 2014.  Berikut ini isi surat dimaksud.

IndustriALL Indonesia Council
Chairman: Sjaiful DP
Secretary: Edward P. Marpaung

Kepada Yth.
Teguh Ganda Wijaya
Presiden Direktur Asia Pulp & Paper
Plaza BII. Jl. MH Thamrin No. 51, Jakarta Pusat. 10350

Hal: Protes Keras Atas Pelanggaran Kebebasan Berserikat di PT. Pindo Deli 

Dengan hormat,

Kami 11 Federasi afiliasi IndustriALL di Indonesia dengan ini menyampaikan protes keras atas tindakan anti serikat buruh di PT. Pindo Deli sekaligus mendukung penuh perjuangan Serikat Pekerja Kertas Pindo Deli dalam memperjuangkan pengupahan yang adil.  Berdasarkan informasi yang kami terima, bahwa Pengusaha Pindo Deli telah melakukan tindakan-tindakan anti serikat buruh yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Adapun bentuk-bentuk pelanggaran sebagai berikut:

  1. Perusahaan telah melakukan tindakan penghalangan aktivitas yang dilakukan oleh serikat buruh dengan cara melakukan penutupan gerbang dalam rangka melawan tindakan mogok buruh dibantu oleh aparat kepolisian.  Hal ini berdampak terhadap keselamatan buruh yang terkurung di lokasi perusahaan.
  2. Melibatkan aparat Kepolisian untuk ikut campur dalam konflik hubungan industrial yang dalam hal ini tindakan tersebut bertentangan dengan Konvensi ILO No. 87 dan 98 yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.
  3. Melakukan blokade dan melarang seluruh pengurus serikat buruh Pindo Deli untuk memasuki area perusahaan dan bekerja seperti semula.
  4. Melakukan tekanan dan intimidasi kepada anggota serikat buruh Pindo Deli untuk mundur dari keanggotaan serikat buruh melalui surat pernyataan tertanggal 3 Maret 2014 yang disebarkan oleh Kepala Unit PT. Pindo Deli.

Berdasarkan Undang-Undang tindakan tersebut merupakan tindak pidana pelanggaran kebebasan berserikat yang dalam hal ini dilakukan secara arogan dan tidak bertanggung jawab.  Ini menunjukkan ketidakmampuan manajemen PT. Pindo Deli untuk melakukan negosiasi kolektif dengan pendekatan dialog sosial.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, kami 11 Federasi yang merupakan afiliasi dari Serikat Buruh Internasional IndustriALL Global Union meyampaikan protes keras dan agar manajemen Pindo Deli segera:

  1. Menghentikan segala bentuk dan upaya tindakan penghalang-halangan kebebasan berserikat; 
  2. Memulihkan kembali semua hak-hak buruh dan serikat buruh; 
  3. Melakukan perundingan lebih lanjut kepada serikat buruh dalam rangka mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan buruh di PT. Pindo Deli;
  4. Menghentikan segala upaya-upaya sistematis yang melibatkan aparat kepolisian dan militer dalam urusan perburuhan;
  5. Memulihkan hak pengurus SPK-PD untuk memasuki area perusahaan dan menjalankan kegiatan berserikat seperti semula serta bekerja di unit masing-masing;
  6. Apabila perlakukan anti serikat buruh dan intimidasi terus-menerus berlangsung, maka kami akan melakukan upaya-upaya kampanye dan perlawanan terhadap tindakan anti serikat buruh yang dilakuka oleh PT. Pindo Deli secara nasional dan internasional.

Jakarta, 12 Maret 2014
Hormat kami,

  1. Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FSP KEP)
  2. Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
  3. Feerasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI)
  4. Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FARKES Reformasi)
  5. Federasi Serikat Buruh Logam, Metal, Elektronik (F LOMENIK KSBSI)
  6. Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil (F GARTEKS KSBSI)
  7. Federasi Serikat Buruh Pertambangan dan Energi (FPE KSBSI)
  8. Federasi Serikat Buruh Kimia dan Kesehatan (F KIKES KSBSI)
  9. Federasi Serikat Buruh Kimia, Energi, Pertambangan SPSI (FSP KEP SPSI)
  10. Serikat Pekerja Nasional (SPN)
  11. Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI)

Tembusan:

  1. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
  2. Kepala Kepolisian RI
  3. Bupati Karawang
  4. Ketua DPRD Karawang
  5. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang
  6. Kapolres Karawang
  7. IndustriALL Global Union di Jenewa
  8. IndustriALL Global Union South East Asia Office di Singapura
  9. Anggota afiliasi IndustriALL di Indonesia
  10. Anggota afiliasi IndustriALL di Australia, Finlandia, Australia, Swedia, Jepang, Nigeria, Iran, Amerika Serikat, Malaysia, Thailand, Yunani, Saudi Arabia dan Singapura
  11. ILO Jakarta
Catatatan redaksi:
Masyarakat juga dapat memberikan dukungan kepada buruh PT. Pindo Deli dengan mengisi petisi online yang diluncurkan oleh FSP2KI, KLIK DISINI.

Sabtu, 15 Maret 2014

Pengusaha Pindo Deli Bisa di Pidana

Anggota Komisi IX DPR RI Rieke D Pitaloka menyampaikan bahwa pengusaha yang melanggar ketentuan tentang upah minimum dan melakukan pelemahan serikat pekerja diancam dengan hukuman pidana.  Hal ini disampaikan di sekretariat Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI)  sehubungan tindakan PT. Pindo Deli Karawang Mills yang berafiliasi kepada Asia Pulp and Paper dengan cara melarang masuk kerja 17 pengurus Serikat Pekerja Kertas Pindo Deli (SPKPD) menyusul mogok kerja sah akibat gagalnya perundingan upah (13/3).

Rieke menambahkan bahwa tindakan lainnya seperti mempengaruhi pekerja untuk keluar dari keanggotaan serikat pekerja dan membentuk organisasi tandingan untuk menggantikan fungsi serikat pekerja bisa diartikan sebagai upaya memberangus serikat pekerja sehingga tidak dapat lagi menjalankan fungsinya untuk mewakili anggotanya, tindakan seperti ini harus dihentikan karena merupakan kejahatan terhadap masa depan buruh dan kemanusiaan. Rieke juga mengajak untuk bersama-sama melaporkannya kepada Kementerian Tenaga Kerja RI.

Obon Tabroni Vice Presiden FSPMI yang hadir bersama Rieke menyampaikan hal yang dialami pengurus SPKPD sangat banyak terjadi di Indonesia.  Pemerintah tidak sungguh-sungguh menjalankan perannya untuk melindungi buruh karena itu perjuangan melawan union busting harus dilakukan dengan menggunakan kekuatan buruh yaitu buruh bersatu untuk bersama-sama melawannya.

Sebelumnya Rochmad Ketua SPKPD menguraikan permasalahan yang terjadi terkait upah, union busting, kriminalisasi terhadap pengurus, kemungkinan pelanggaran penggunaan tenaga kerja asing dan konsentrasi aparat Brimob yang banyak di area pabrik sehingga pekerja merasa tertekan.

Nelson F Saragih Sekretaris Jenderal FSPKI dimana SPKPD adalah anggotanya, menegaskan bahwa tindakan anti serikat yang dilakukan pengusaha PT. Pindo Deli akan dilawan baik melalui pendekatan hukum, kampanye dan aksi sampai semua pengurus di pekerjakan kembali dan haknya atas upah yang adil dipenuhi.  IndustriALL Global Union dimana FSP2KI berafiliasi secara internasional, telah menyampaikan surat protes kepada Direktur Asia Pulp and Paper Linda Wijaya serta menggalang kampanye internasional melalui websitenya.

FSP2KI juga meluncurkan petisi online dimana masyarakat dapat memberikan dukungan kepada pekerja/buruh PT. Pindo Deli. (nfs)


Selasa, 11 Maret 2014

LBH Jakarta Somasi Direksi PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills Karawang

Aksi SPKPD di Kantor Pusat Perusahaan
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memberikan somasi kepada Direksi PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills Karawang karena melakukan tindak pidana ketenagakerjaan melanggar pasal 28 Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh karena memberikan syarat kepada karyawan harus keluar dari keanggotaan Serikat Pekerja Kertas Pindo Deli (SPK-PD) apabila ingin bekerja kembali.dan melarang para pengurus serikat pekerja untuk kembali bekerja.  Tindakan tersebut termasuk pemberangusan serikat pekerja (union busting).

Union busting tersebut menyusul mogok kerja yang dilakukan sejak tanggal 27 Februari 2014 akibat gagalnya perundingan kenaikan upah.

Apabila Direksi PT. Pindo Deli tidak mengindahkan somasi ini maka akan segera ditempuh jalur hukum baik secara pidana maupun melalui mekanisme Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industriall.

SPKPD adalah serikat pekerja yang berafiliasi kepada Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) dan secara internasional berafiliasi kepada IndustriALL Global Union.

Mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib dan damai tersebut mendapat dukungan sekitar 13. 000 buruh dan melumpuhkan operasional pada 3 (tiga) pabrik PT. Pindo Deli di Karawang.

IndustriALL Global Union juga telah melayangkan surat protes dan menggalang solidaritas global untuk menghentikan tindakan PT. Pindo Deli yang melanggar norma dan standar perburuhan internasional tersebut. (nfs).